12 September 2011

Program E-KTP diragukan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Program E-KTP diragukan bisa direalisasikan dalam waktu dekat. “Semua meragukan e-KTP,” kata anggota Komisi II, Arif Wibowo, Senin (12/9).
Sebab, Kemendagri menjanjikan program E-KTP bisa diselesaikan dan mulai beroperasi pada awal Agustus 2011. Tetapi, kenyataannya janji tersebut tidak bisa terealisasi.
Pemunduran pun dilakukan dan hingga kini belum ada perkembangan signifikan. “Dari faktanya, semua kacau dan apa yang bisa dibanggakan dari yang dilaporkan oleh Kemendagri,” katanya.
Pada Senin (12/9) ini, Kemendagri yang diwakili oleh Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni, meminta penambahan dana untuk program e-KTP. Besarannya mencapai Rp 931 miliar.
Tetapi, belum ada kesepakatan apakah dana tambahan itu akan diloloskan. Hal ini mengingat program e-KTP ini masih banyak kendala di lapangan. “Kita tidak menolak e-KTP. Tapi, prosesnya keliru dan bermasalah. Indikasi di lapangan tidak sesuai,” tegas politisi PDIP tersebut.
Sementara itu, Diah Anggraeni masih optimistis program e-KTP ini bisa tetap berjalan. “E-KTP lanjut, fisiknya tetap lanjut terus,” katanya saat ditemui usai rapat dengar pendapat.
Kalau ada pihak yang beranggapan negatif atas program ini, pihaknya tidak mau ambil pusaing. Ia meyakini program ini akan bisa selesai sesuai dengan yang diagendakan.
Diah mengakui pihaknya masih membutuhkan tambahan anggaran. Tetapi, besarannya masih bisa dikaji bersama dengan DPR. “Akan dikaji lagi apakah layak ditambahkan di 2012 atau cukup dengan yang ada sekarang,” katanya.

No comments: